Tidak ada Komentar

Jangan Mudah Tergoda dengan Rumah Murah dan Subsidi

PRORUMAH.COM – Maraknya kasus penipuan pembelian rumah murah bersubsidi bodong seperti kasus Mario yang hangat diberitakan di Padang akhir-akhir ini, menjadi pelajaran berharga bagi para pengembang lainnya terutama anggota REI Sumbar dan masyarakat calon konsumen.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Kompartemen Rumah Sederhana Tapak (RST) Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Joni Halim pada kesempatan pertemuan antara Pengurus REI Sumbar dengan konsumen, korban kasus Mario yang difasilitasi oleh Polresta Padang, Rabu siang (09/08/2017) siang.

Lebih lanjut Joni Halim yang juga pernah menjabat sebagai ketua REI Sumbar itu menjelaskan, bahwa untuk memulai sebuah proyek perumahan, perusahaan pengembang harus sudah menyelesaikan terlebih dahulu semua perizinan, mulai dari sertifikat pembelian tanah, izin prinsip dari pemerintah, izin lokasi sampai ke site plan dan kerjasama dengan pihak bank.

“Jadi bukan hanya cerita saja yang dijual, ada bukti legalitas yang harus ditunjukkan ke calon konsumen,” ucap Joni Halim, yang juga komisaris PT. Lambau Agung Jaya itu.

Kepada masyarakat calon konsumen dihimbau untuk berhati-hati dalam membeli rumah, lihat dulu lokasi dan sertifikat tanahnya, izin lokasi dan kerjasama dengan pihak bank, setelah akat kredit, baru ada pembayaran, jangan mau diminta DP atau booking fee sebagai persyaratan jika legalitas perizinannya belum jelas.

“Konsumen berhak menanyakan hal tersebut kepada pengembang yang mempromosikan perumahannya, jangan sampai tertipu dengan iklan rumah murah bersubsidi dengan lokasi strategis seperti kasus Mario,” imbuhnya.

Kasus Mario kini sedang diproses oleh Polresta Padang untuk kelanjutan perkaranya. Mario dilaporkan oleh konsumennya, karna merasa dirugikan oleh direktur PT. Grakiva Putra Mandiri itu.

Para konsumennya sudah menyetorkan uang muka pembelian rumah, namun rumah yang dijanjikan itu tak kunjung ada.(jejeng)

Tidak ada Komentar

Beli Rumah Subsidi, Konsumen Harus Perhatikan ini

PRORUMAH.COM – Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia bidang rumah sederhana tapak atau rumah murah, Joni Halim Ja’far mengingatkan kepada masyarakat agar menjadi konsumen cerdas. Pernyataannya tersebut terkait maraknya penipuan oleh perusahaan pengembang perumahan yang tak bertanggung jawab akhir-akhir ini.

Kepada Topikini.com, Joni Halim menerangkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia sangat banyak. Sehingga persediaan dan kebutuhan tidak seimbang. Kebutuhan yang banyak tersebut, tidak diimbangi dengan pembangunan perumahan murah sehingga kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi.

“Akibatnya, masyarakat berebut untuk mendapatkan rumah, terutama bagi yang berpenghasilan rendah. Mereka takut tidak kebagian kemudian buru-buru membayarkan uang muka, padahal dia belum tahu dan belum mempelajari betul perusahaan pengembangnya, dimana lokasinya belum dicek,” terang Joni Halim, Jumat siang di Restoran Suaso kota Padang.

Sebagai pengembang perumahan yang sudah berpengalaman sejak tahun 1984, Joni Halim menerangkan supaya masyarakat tidak mudah tertipu oleh pengembang nakal.

“Lihat dulu perizinannya, apakah sudah ada izin prinsip, apakah tanah sudah dibebaskan atau belum, kalau itu sudah ada tanya lagi apakah sudah disetujui bank pembiayaan KPR nya, karna tidak bisa berdiri sendiri, karna rumah tersebut layak untuk rumah subsidi atau tidak itu bank yang akan menilai. Kalau semua itu sudah, silahkanlah bayarkan uang mukanya,” jelasnya.

JH ( singkatan Joni Halim) menambahkan, pembayaran uang muka tidak dilakukan di bank, atau tidak disetorkan kepada bank melainkan langsung kepada pengembang.

“Pembayaran uang muka tidak disetorkan kepada bank, karna itu langsung urusan pengembang, tak ada urusan dengan bank. Jika pengembang menyuruh setorkan melalui bank, ini perlu dipertanyakan, pasti ada apa-apanya,” kata JH mengingatkan.

Selain itu, Joni Halim juga mengingatkan agar masyarakat selalu hati-hati terutama dalam menyetorkan uang.

“Satu lagi saya ingatkan, bahwa untuk BI cecking di bank, tidak dipungut biaya, cukup KTP,KK dan surat nukah, jika ada pengembang yang meminta setorkan uang, berarti itu jelas penipuan, karna pihak bank tidak pernah meminta itu,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Joni Halim Ja’far adalah salah seorang pelopor pengembang rumah murah yang sudah dimulainya sejak tahun 1984 dengan membangun perumahan PT.Taruko atau Taruko Satu. Sampai sekarang, ia bersama perusahaanya PT. Lambau Agung Jaya, tetap konsen menyediakan rumah murah bagi masyarakat di Sumatera Barat.(art)