Tidak ada Komentar

Perumahan Untuk Anggota Korpri Sumbar Akan di Bangun di Bungo Pasang

PRORUMAH.COM – Tiga ratus unit rumah tahap pertama yang di peruntukan bagi anggota Korpri Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) bakal terwujud di daerah Bungo Pasang, Kota Padang.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar Ali Asmar mengatakan, peruntukan rumah untuk pegawai ini akan segera terwujud. Karena, dengan adanya rumah untuk pegawai ini sebab selama ini masih ada pegawai yang tidak memiliki rumah bahkan hingga mengontrak rumah.

“Jadi, adanya rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang diberikan Bank Tabungan Negara (BTN) ini dapat meberikan kemudahan bagi pegawai untuk memiliki rumah sendiri,” ujarnya usai penandatangan kerjasama Koprs Pegawai dengan BTN serta PT OGY Lambau Pratama tentang pengadaan perumahan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Sumatra Barat di ruang kerja Sekdaprov, Rabu (22/3).

Selain itu, dengan adanya rumah nantinya dapat menjadi jaminan hidup ketika sudah memasuki usia pensiun karena telah memiliki rumah dihari tua. Sehingga, hidup lebih baik dan teratur.

Ia berharap, bahwa kerjasama ini nantinya dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, anggota Korpri dalam ikut serta pemilikan rumah ini memperhatikan juga penghasilannya, jangan sampai ada yang menunggak pembayaran.

Sementara itu, Kepala Cabang BTN Padang, Ali Irfan menyatakan, bahwa BTN merupakan salah satu bank pemerintah, dimana salah satu konsentrasinya di bidang perumahan.

“Untuk itu, kami senantiasa ikut meningkatkan perekonomian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dibidang perumahan,” tuturnya.

Tambahnya, BTN hanya penyandang dana KPR, sehingga untuk lokasi sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan konsumen. Maka, BTN mengandeng mitra untuk pembangunan rumah dengan mengandeng pengembang.

Jadi pembangunan ini merupakan tahap pertama dari target 3000 rumah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) ber­subsidi untuk ASN di lingkungan Pemprov Sumbar.

Sementara itu, Pengembang Jhoni Hlim menyebutkan, bahwa telah bekerjasama dengan BTN dalam membangun perumahan sejak tahun 1989. Sehingga, untuk saat ini rumah yang akan dibangun bagi Korpri Pemprov pada tahap pertama sekitar 300 unit di Bungo Pasang, Padang.

“Jadi ada sekitar lima lokasi yang akan dibangun rumah untuk pegawai ini. Sehingga, kita contohkan nanti akan ada perumahan 1,2,3,4 dan selanjutnya pada pembangunan selanjutnya,” pungkasnya. ** Bob/Hms 

Tidak ada Komentar

Jangan Mudah Tergoda dengan Rumah Murah dan Subsidi

PRORUMAH.COM – Maraknya kasus penipuan pembelian rumah murah bersubsidi bodong seperti kasus Mario yang hangat diberitakan di Padang akhir-akhir ini, menjadi pelajaran berharga bagi para pengembang lainnya terutama anggota REI Sumbar dan masyarakat calon konsumen.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Kompartemen Rumah Sederhana Tapak (RST) Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Joni Halim pada kesempatan pertemuan antara Pengurus REI Sumbar dengan konsumen, korban kasus Mario yang difasilitasi oleh Polresta Padang, Rabu siang (09/08/2017) siang.

Lebih lanjut Joni Halim yang juga pernah menjabat sebagai ketua REI Sumbar itu menjelaskan, bahwa untuk memulai sebuah proyek perumahan, perusahaan pengembang harus sudah menyelesaikan terlebih dahulu semua perizinan, mulai dari sertifikat pembelian tanah, izin prinsip dari pemerintah, izin lokasi sampai ke site plan dan kerjasama dengan pihak bank.

“Jadi bukan hanya cerita saja yang dijual, ada bukti legalitas yang harus ditunjukkan ke calon konsumen,” ucap Joni Halim, yang juga komisaris PT. Lambau Agung Jaya itu.

Kepada masyarakat calon konsumen dihimbau untuk berhati-hati dalam membeli rumah, lihat dulu lokasi dan sertifikat tanahnya, izin lokasi dan kerjasama dengan pihak bank, setelah akat kredit, baru ada pembayaran, jangan mau diminta DP atau booking fee sebagai persyaratan jika legalitas perizinannya belum jelas.

“Konsumen berhak menanyakan hal tersebut kepada pengembang yang mempromosikan perumahannya, jangan sampai tertipu dengan iklan rumah murah bersubsidi dengan lokasi strategis seperti kasus Mario,” imbuhnya.

Kasus Mario kini sedang diproses oleh Polresta Padang untuk kelanjutan perkaranya. Mario dilaporkan oleh konsumennya, karna merasa dirugikan oleh direktur PT. Grakiva Putra Mandiri itu.

Para konsumennya sudah menyetorkan uang muka pembelian rumah, namun rumah yang dijanjikan itu tak kunjung ada.(jejeng)

Tidak ada Komentar

Beli Rumah Subsidi, Konsumen Harus Perhatikan ini

PRORUMAH.COM – Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia bidang rumah sederhana tapak atau rumah murah, Joni Halim Ja’far mengingatkan kepada masyarakat agar menjadi konsumen cerdas. Pernyataannya tersebut terkait maraknya penipuan oleh perusahaan pengembang perumahan yang tak bertanggung jawab akhir-akhir ini.

Kepada Topikini.com, Joni Halim menerangkan bahwa kebutuhan perumahan di Indonesia sangat banyak. Sehingga persediaan dan kebutuhan tidak seimbang. Kebutuhan yang banyak tersebut, tidak diimbangi dengan pembangunan perumahan murah sehingga kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi.

“Akibatnya, masyarakat berebut untuk mendapatkan rumah, terutama bagi yang berpenghasilan rendah. Mereka takut tidak kebagian kemudian buru-buru membayarkan uang muka, padahal dia belum tahu dan belum mempelajari betul perusahaan pengembangnya, dimana lokasinya belum dicek,” terang Joni Halim, Jumat siang di Restoran Suaso kota Padang.

Sebagai pengembang perumahan yang sudah berpengalaman sejak tahun 1984, Joni Halim menerangkan supaya masyarakat tidak mudah tertipu oleh pengembang nakal.

“Lihat dulu perizinannya, apakah sudah ada izin prinsip, apakah tanah sudah dibebaskan atau belum, kalau itu sudah ada tanya lagi apakah sudah disetujui bank pembiayaan KPR nya, karna tidak bisa berdiri sendiri, karna rumah tersebut layak untuk rumah subsidi atau tidak itu bank yang akan menilai. Kalau semua itu sudah, silahkanlah bayarkan uang mukanya,” jelasnya.

JH ( singkatan Joni Halim) menambahkan, pembayaran uang muka tidak dilakukan di bank, atau tidak disetorkan kepada bank melainkan langsung kepada pengembang.

“Pembayaran uang muka tidak disetorkan kepada bank, karna itu langsung urusan pengembang, tak ada urusan dengan bank. Jika pengembang menyuruh setorkan melalui bank, ini perlu dipertanyakan, pasti ada apa-apanya,” kata JH mengingatkan.

Selain itu, Joni Halim juga mengingatkan agar masyarakat selalu hati-hati terutama dalam menyetorkan uang.

“Satu lagi saya ingatkan, bahwa untuk BI cecking di bank, tidak dipungut biaya, cukup KTP,KK dan surat nukah, jika ada pengembang yang meminta setorkan uang, berarti itu jelas penipuan, karna pihak bank tidak pernah meminta itu,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Joni Halim Ja’far adalah salah seorang pelopor pengembang rumah murah yang sudah dimulainya sejak tahun 1984 dengan membangun perumahan PT.Taruko atau Taruko Satu. Sampai sekarang, ia bersama perusahaanya PT. Lambau Agung Jaya, tetap konsen menyediakan rumah murah bagi masyarakat di Sumatera Barat.(art)