Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prorumah.com

Penyedia Rumah siap huni, dan Kayu untuk interior eskterior siap pasang

Lantai Kayu Parket

Mengenal Jenis-jenis Bahan Plafon Rumah

jenis-jenis plafon rumah

Untuk mempercantik tampilan langit-langit di rumah, pastinya membutuhkan sebuah plafon. 

Ada banyak sekali jenis-jenis bahan plafon yang tersedia dipasaran, dimana masing-masingnya memiliki tampilan dan karakteristik yang berbeda. 

Bahkan, ada beberapa jenis plafon yang dipasang secara terpisah di bawah atap (drop ceiling). 

Sedangkan plafon yang menggunakan bagian bawah atau plat lantai sering disebut dengan istilah plafon ekspos. 

Nah, secara kebetulan juga pada ulasan kali ini akan membahas seputar jenis-jenis bahan plafon rumah. 

Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini. 

Jenis-jenis Plafon Untuk Rumah

1. Plafon Kayu 

Berbicara soal rumah yang mengusung perpaduan nuansa elegan dan natural, maka penggunaan plafon kayu atau lambersering ini adalah jawabannya. 

Plafon Kayu

Sebab, materialnya terbuat dari bahan kayu asli yang memiliki warna dan pola serat indah.

Dengan menggunakan plafon kayu, tentu saja dapat mempertegas nuansa yang elegan, mewah, natural, dan hangat pada sebuah hunian. 

Adapun mengenai jenis-jenis plafon kayu yang kami sediakan seperti berikut :

  • Plafon Kayu Ulin

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa ulin merupakan salah satu jenis kayu dengan kualitas terbaik di dunia.

Sehingga tak heran jika kayu asal Kalimantan ini selalu menjadi andalan untuk kebutuhan konstruksi, termasuk plafon. 

Dengan karakteristiknya yang tahan terhadap air dan rayap, pastinya plafon kayu ulin sangat cocok diaplikasikan untuk plafon indoor maupun outdoor. 

  • Plafon Kayu Keruing

Ini dia salah satu produk plafon kayu yang memang paling laris dibanding jenis plafon kayu lainnya. 

Ya, disamping kriterianya yang ideal untuk plafon kayu, kayu keruing juga memiliki bobot yang jauh lebih ringan. 

Kendati bobot kayu keruing ini lebih ringan, namun tingkat kekuatan dan tingkat keawetan yang dimilikinya tidaklah main-main. 

Hal itu terbukti, yang mana plafon kayu keruing dapat digunakan hingga puluhan tahun lamanya. 

Tak hanya itu, bahkan harga plafon keruing ini lebih murah dari plafon kayu merbau. 

Apalagi tampilannya yang begitu sedap dipandang, sehingga penggunaan plafon kayu keruing ini tentunya dapat memperindah tampilan rumahmu.  

  • Plafon Kayu Momala

Jenis kayu yang satu ini berasal dari daerah Sulawesi yang memang terkenal sebagai salah satu jenis kayu terbaik di Indonesia. 

Pasalnya, karakteristik kayu momal sudah memenuhi standarisasi industri perkayuan, yang salah satunya untuk produk plafon kayu. 

Bahkan yang lebih hebatnya lagi, plafon kayu momala sudah terbukti tahan terhadap air. 

Mengingat akan hal itu, maka tak heran juga jika kayu momala selalu menjadi andalan bagi para pengrajin maupun para produsen kayu. 

2. Plafon Ggypsum

plafon gypsum

Selain plafon kayu, gypsum juga merupakan salah satu jenis material plafon yang paling banyak diminati oleh konsumen. 

Hal itu bukan tanpa alasan, mengingat harga plafon gypsum jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga plafon kayu. 

Salah satu keunggulan plafon gypsum yang tidak dimiliki oleh jenis plafon lain, yakni memiliki tekstur halus dan benar-benar rata. 

Adapun mengenai keunggulan dan kekurangan plafon gypsum yang harus kalian ketahui seperti berikut :
Keunggulan:
  • Proses pemasangan yang sangat mudah
  • Pengerjaan yang lebih rapi, halus, dan tidak membutuhkan nat (sambungan)
  • Bentuk plafon gypsum bisa disesuaikan dengan beragam desain dan warna
  • Mudah dijumpai dipasaran
Kekurangan:
  • Plafon gypsum tidak akan tahan terhadap kelembapan 
  • Plafon gypsum juga mudah rusak saat terkena air
  • Daya tahan plafon gypsum terbilang pendek, yakni sekitar 3 - 5 tahun

3. Plafon Kalsiboard

plaon kalsiboard

Kalsiboard merupakan sebuah material yang berupa kalsium dan diproses menjadi lembaran-lembaran plafon yang kokoh. 

Jenis plafon kalsiboard juga cukup laris dipasaran, karena menawarkan harga yang terjangkau. Menariknya lagi, ternyata plafon kalsiboard lebih kuat dari plafon gypsum lho. 

Keunggulan:
  • Kokoh dan tahan lama
  • Proses pemasangan yang cukup mudah
  • Tahan terhadap api dan air
Kekurangan:
  • Sulit untuk medapatkan hasil yang rapi
  • Bagian sambungannya masih terlihat, sehingga dibutuhkan plesteran
  • Sulit membedakan mana kalsiboard dan GRC board
Baca selengkapnya: Perbedaan GRC dan Kalsiboard

4. Plafon PVC

plafon PVC

Istilah PVC merupakan singkatan dari Polyvynil Chloride, dimana ia sejenis material termoplastik yang memiliki tekstur lentur dan tidak mudah pecah. 

Menariknya lagi, plafon PVC tersedia kedalam berbagai varian warna dan motif yang bisa dipilih sesuai selera. 

Keunggulan:
  • Bobotnya lebih ringan sehingga mudah diangkat dan dipasang
  • Tidak membutuhkan perawatan khusus
  • Kokoh dan tahan lama
  • Tersedia dalam varian yang sudah difinishing
Kekurangan:
  • Proses penyambungan yang cukup sulit
  • Jika terjadi kerusakan pada satu panel, maka harus diganti dengan yang baru
  • Sulit untuk melakukan finishing ulang karena tidak bisa dikerjakan pada satu area saja
  • Harga terbilang cukup mahal
Baca selengkapnya: Harga Plafon PVC Terbaru

5. Plafon Triplek

plafon triplek

Jenis bahan plafon rumah berikutnya yang akan dibahas, yakni bernama plafon triplek. Sekilas plafon triplek ini memang tampak seperti jenis plafon kayu. 

Pasalnya, material triplek memang terbuat dari bahan kau yang dikupas dan bukan jenis papan solid (kayu utuh).

Itu sebabnya, mengapa plafon triplek mejadi alternatif pengganti plafon kayu yang harganya jauh lebih mahal. 

Meski sama-sama berbahan kayu, namun tingkat keindahan dan tingkat kekuatan plafon triplek tentunya jauh dibawah plafon kayu. 

Keunggulan:
  • Memiliki bobot ringan yang dapat memudahkan proses pengangkatan dan pemasangan
  • Menawarkan harga yang relatif murah
  • Mudah dijumpai dipasaran
  • Ukuran ketebalan triplek tersedia kedalam banyak pilihan
Kekurangan:
  • Tidak tahan terhadap air dan kelembapan
  • Rawan terhadap seragan rayap dan jamur
  • Hasil pemasangan yang rapi sangat sulit didapat
  • Membutuhkan perawatan yang rutin
Itulah beberapa jenis plafon rumah yang paling banyak digunakan. Bagaimana, apakah kamu sudah menentukan jenis plafon yang akan digunakan untuk hunian rumah?